Lewati ke konten

Tadabbur QS. Al-Fatihah 1: Basmalah dan Rahmat

Oleh Dede Wahyudin, S.Pd.I Terbit 5 menit baca

Kutipan telah dicocokkan dengan kitab (2 November 2026)

Jawaban singkat

Menurut ar-Razi, huruf ba dalam basmalah bermakna memulai segala amal dengan nama Allah. Menurut Nawawi al-Jawi, ar-Rahman menyayangi yang taat dan yang durhaka lewat rezeki, sedangkan ar-Rahim menutupi dosa dan merahmati di akhirat. Renungannya: rahmat tampak pada alam dan kerja sama manusia, dan awal yang baik membentuk niat.

Ayat dan terjemahnya

Dalil Al-Qur'an
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

QS. Al-Fatihah: 1. Baca tafsir ayat ini

Ayat pertama Al-Fatihah ini dikenal sebagai basmalah. Kaum muslimin mengucapkannya saat memulai bacaan, makan, bekerja, dan berbagai urusan lain.

Ringkasan tafsir

Bagian ini hanya merangkum apa yang ditulis para mufasir.

Makna huruf ba dan tujuan ucapan. Menurut ar-Razi dalam Mafatih al-Ghaib, huruf ba pada kata bismillah adalah ba ilshaq (menyertai) dan berkaitan dengan sebuah kata kerja yang tidak disebut. Maksudnya kira-kira: dengan nama Allah aku mulai menunaikan ketaatan. Ar-Razi juga mengingatkan bahwa makna ini baru terang setelah memahami macam-macam ketaatan. Ia menyebut bahwa menurut yang masyhur di kalangan ulama, Allah memiliki seribu satu nama.

Kutipan kitab
أَنَّ الْبَاءَ فِي قَوْلِهِ بِسْمِ اللَّهِ بَاءُ الْإِلْصَاقِ، وَهِيَ مُتَعَلِّقَةٌ بِفِعْلٍ، وَالتَّقْدِيرُ: بِاسْمِ اللَّهِ أَشْرَعُ فِي أَدَاءِ الطَّاعَاتِ

Bahwa huruf ba pada ucapan bismillah adalah ba ilshaq (menyertai), berkaitan dengan sebuah kata kerja, dan kira-kiranya: dengan nama Allah aku mulai menunaikan ketaatan-ketaatan.

Rujukan: Tafsir ar-Razi, bab نعم الله تعالى التي لا تحصى, juz 1, hlm. 23. Baca halaman ini di perpustakaan

Dari bagian ar-Razi tentang tafsir basmalah.

Makna ar-Rahman dan ar-Rahim. Syekh Nawawi al-Jawi dalam Marah Labid menjelaskan bahwa ar-Rahman adalah Dzat yang melimpahkan kasih kepada orang berbakti maupun pendurhaka melalui rezeki dan penolakan berbagai bencana. Adapun ar-Rahim adalah Dzat yang menutupi dosa hamba-Nya di dunia dan merahmati mereka di akhirat dengan memasukkan mereka ke surga.

Kutipan kitab
الرَّحْمنِ أي العاطف على البار والفاجر بالرزق ودفع الآفات عنهم. الرَّحِيمِ (٣) أي الذي يستر عليهم الذنوب في الدنيا ويرحمهم في الآخرة فيدخلهم الجنة.

Ar-Rahman: yang menyayangi orang berbakti maupun pendurhaka dengan rezeki dan menolak berbagai bencana dari mereka. Ar-Rahim: yang menutupi dosa-dosa mereka di dunia dan merahmati mereka di akhirat lalu memasukkan mereka ke surga.

Rujukan: Tafsir Marah Labid, bab [سورة الفاتحة (١) : الآيات ١ إلى ٧], juz 1, hlm. 7. Baca halaman ini di perpustakaan

Dalam kitab, penjelasan ini terletak pada pembahasan ayat-ayat berikutnya, tetapi menerangkan makna dua nama yang ada dalam basmalah.

Urutan dan pengulangan kedua nama. Pada Al-Jadwal fi I'rab al-Qur'an, dijelaskan segi bahasa dan balaghahnya. Ar-Rahman disebut lebih dahulu meski maknanya lebih mendalam daripada ar-Rahim. Hal ini sesuai kebiasaan orang Arab dalam memuji, yaitu naik dari yang rendah ke yang tinggi. Alasan lain yang disebut: ar-Rahman mencakup nikmat-nikmat besar dan pokok, lalu ar-Rahim melengkapinya dengan nikmat yang halus dan rinci.

Kutipan kitab
قدم سبحانه الرحمن على الرحيم مع أن الرحمن أبلغ من الرحيم، ومن عادة العرب في صفات المدح الترقي في الأدنى الى الأعلى كقولهم: فلان عالم نحرير.

Allah mendahulukan ar-Rahman atas ar-Rahim, padahal ar-Rahman lebih mendalam maknanya. Menurut kebiasaan orang Arab dalam sifat-sifat pujian, mereka naik dari yang lebih rendah ke yang lebih tinggi, seperti ucapan: fulan orang alim yang mendalam ilmunya.

Rujukan: Al-Jadwal fi I'rab al-Qur'an, bab البسملة, juz 1, hlm. 28. Baca halaman ini di perpustakaan

Dari bagian balaghah.

Apakah basmalah termasuk ayat Al-Fatihah. Al-Jadwal mencatat bahwa para ulama berbeda pendapat tentang basmalah sebagai ayat. Disebutkan bahwa Ibnu Mas'ud, Malik, ulama Hanafiyah, dan para qari Madinah, Bashrah, dan Syam tidak memandangnya sebagai ayat. Tafsir ad-Durrah menerangkan dampaknya pada hitungan ayat. Al-Fatihah disepakati tujuh ayat, tetapi yang menghitung basmalah sebagai ayat tidak berhenti pada kata al-mustaqim, sedangkan yang tidak menghitungnya berhenti di sana.

Kutipan kitab
فمن عدّ البسملة آية منها لا يقف على: ﴿الْمُسْتَقِيمَ﴾ ومن لم يعدّها آية منها يقف على ﴿الْمُسْتَقِيمَ﴾

Siapa yang menghitung basmalah sebagai salah satu ayat Al-Fatihah tidak berhenti pada kata al-mustaqim, dan siapa yang tidak menghitungnya sebagai ayat berhenti pada kata al-mustaqim.

Rujukan: Tafsir ad-Durrah (I'rab), bab سورة الفاتحة, juz 1, hlm. 14. Baca halaman ini di perpustakaan

Berkaitan dengan hitungan tujuh ayat Al-Fatihah.

Cakupan makna basmalah. Tafsir ad-Durrah juga menukil penjelasan al-Qurthubi tentang keutamaan basmalah dan cakupan maknanya. Basmalah disebut mengandung seluruh syariat karena menunjuk pada Dzat dan sifat-sifat-Nya. Kitab itu juga membawakan riwayat tentang menghormati penulisan basmalah, misalnya kisah Bisyr al-Hafi yang mengangkat secarik kertas bertuliskan nama Allah dari tempat yang hina.

Kutipan kitab
وقد تضمّنت جميع الشرع؛ لأنّها تدل على الذّات وعلى الصّفات

Basmalah telah mencakup seluruh syariat, karena ia menunjuk kepada Dzat dan kepada sifat-sifat-Nya.

Rujukan: Tafsir ad-Durrah (I'rab), bab [سورة الفاتحة (١): آية ١], juz 1, hlm. 15. Baca halaman ini di perpustakaan

Berada dalam penjelasan yang dibuka dengan nukilan dari al-Qurthubi. Batas persis nukilan al-Qurthubi perlu diperiksa pada kitab aslinya.

Tadabbur: Rahmat yang Tampak di Sekitar Kita

Bagian ini adalah renungan dan keterkaitan modern, bukan tafsir ayat. Ia tidak boleh dibaca sebagai makna pasti dari ayat.

Makhluk hidup dan lingkungan

Marah Labid menyebut ar-Rahman sebagai kasih yang sampai kepada orang taat maupun durhaka lewat rezeki. Gambaran ini dapat direnungkan bersama cara alam bekerja. Tumbuhan, alga, dan sebagian bakteri melakukan fotosintesis. Proses ini menjadi dasar bagi sebagian besar rantai makanan dan menjadi sumber oksigen di atmosfer. Manfaatnya tidak memilih penerima: pohon yang ditanam orang saleh dan lahan di sekitar rumah orang yang lalai sama-sama menopang kehidupan di sekitarnya.

Pada dunia hewan, kita dapat merenungkan kasih sayang induk kepada anaknya. Pada mamalia, seekor induk menyusui anaknya dengan susu yang diproduksi tubuhnya sendiri. Banyak burung mengerami telur dan menyuapi anaknya hingga mampu mencari makan sendiri. Gambaran ini sejalan dengan nuansa rahmat yang digambarkan para mufasir, meskipun tidak dimaksudkan sebagai tafsir kata rahman dan rahim.

Pesan renungan: mari merawat tanah, air, dan makhluk di sekitar kita sebagai bentuk syukur atas rahmat yang telah sampai kepada kita lebih dulu.

Sosial dan ekonomi

Ar-Razi menjelaskan bahwa basmalah berarti memulai ketaatan dengan nama Allah. Dalam kehidupan sosial, awal sebuah pekerjaan sering menentukan arah akhirnya. Seorang pedagang atau pengurus lembaga yang mengawali kerjanya dengan menyebut nama Allah dapat diingatkan akan batas halal dan haram serta tanggung jawab di hadapan-Nya. Dalam kajian ekonomi kelembagaan, kepercayaan antarpihak umumnya dipandang menurunkan biaya transaksi. Hubungan itu dapat direnungkan sebagai selaras dengan pentingnya kejujuran, tetapi ia bukan penjelasan ayat.

Kata ar-Rahim yang oleh Nawawi al-Jawi dikaitkan dengan menutupi dosa juga dapat mengingatkan kita tentang adab menjaga aib orang lain dan memberi kesempatan memperbaiki diri. Dalam kehidupan bermasyarakat, hal ini tampak pada sikap memaafkan, membantu orang yang kesulitan, dan tidak mudah menyebarkan kesalahan sesama.

Pesan renungan: mulailah urusan dengan nama Allah, lalu jadikan sifat kasih sebagai cara kita memperlakukan orang lain.

Sejarah dan tradisi menghormati nama Allah

Dalam Tafsir ad-Durrah tertulis riwayat bahwa Ali bin Abi Thalib menegur seseorang agar memperindah tulisan basmalah, dan kisah Bisyr al-Hafi yang memuliakan kertas bertuliskan nama Allah. Riwayat-riwayat ini menunjukkan kebiasaan para ulama terdahulu memuliakan nama Allah sejak dari tulisan. Dalam kebiasaan masa kini, hal itu dapat direnungkan pada kerapian mushaf, kebersihan tempat menyimpan lembaran bertuliskan ayat, dan adab memperlakukan teks suci.

Pesan renungan: kesungguhan menjaga hal kecil sering menjadi cermin kesungguhan menjaga hal yang besar.

Pesan untuk kita

  • Ucapkan basmalah dengan sadar, bukan sekadar kebiasaan lidah. Ingat bahwa ia adalah permulaan ketaatan.
  • Syukuri rahmat yang meliputi semua makhluk dengan menjaga alam dan menyayangi sesama.
  • Jadikan sifat kasih dan pemaaf sebagai bagian dari akhlak sehari-hari.
  • Hormati nama Allah dan tulisan ayat, tanpa berlebihan dalam hal yang tidak diajarkan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah basmalah termasuk ayat Al-Fatihah?

Para ulama berbeda pendapat. Bahan terlampir menyebut sebagian ulama dan qari tidak menghitungnya sebagai ayat, dan ada yang menghitungnya, sehingga cara berhenti pada hitungan ayat berbeda.

Mengapa ar-Rahman disebut sebelum ar-Rahim?

Menurut penjelasan dalam Al-Jadwal, ar-Rahman maknanya lebih mendalam dan kebiasaan Arab dalam pujian naik dari yang rendah ke yang tinggi. Ia juga mencakup nikmat-nikmat pokok yang besar.

Apa perbedaan makna ar-Rahman dan ar-Rahim menurut Marah Labid?

Ar-Rahman menyayangi orang berbakti dan pendurhaka lewat rezeki dan penolakan bencana. Ar-Rahim menutupi dosa di dunia dan merahmati di akhirat.

Apakah ayat ini menyebut fotosintesis atau kasih sayang hewan?

Tidak. Kaitan itu adalah renungan penulis tentang rahmat di alam, bukan tafsir ayat.

Infografis

Infografis hijau krem tentang tadabbur QS. Al-Fatihah ayat 1 dengan empat poin: makna ba, ar-Rahman, ar-Rahim, dan renungan rahmat di alam dan sosial.
Versi teks infografis

TADABBUR
QS. Al-Fatihah 1:
Basmalah dan Rahmat
Mulai segala amal dengan
nama Allah, penuh rahmat.
1. Ba: memulai amal dengan
nama Allah.
2. Ar-Rahman: kasih untuk
yang taat dan yang durhaka.
3. Ar-Rahim: tutup dosa,
rahmat di akhirat.
4. Renungan: rahmat di alam
dan kehidupan sosial.
Sumber: Tafsir ar-Razi,
Marah Labid, Al-Jadwal
sanadkitab.com

Sumber: Tafsir ar-Razi, Marah Labid, Al-Jadwal fi I'rab al-Qur'an

Daftar rujukan

  1. Tafsir ar-Razi, bab نعم الله تعالى التي لا تحصى, juz 1, hlm. 23.
  2. Tafsir Marah Labid, bab [سورة الفاتحة (١) : الآيات ١ إلى ٧], juz 1, hlm. 7.
  3. Al-Jadwal fi I'rab al-Qur'an, bab البسملة, juz 1, hlm. 28.
  4. Tafsir ad-Durrah (I'rab), bab سورة الفاتحة, juz 1, hlm. 14.
  5. Tafsir ad-Durrah (I'rab), bab [سورة الفاتحة (١): آية ١], juz 1, hlm. 15.