Bagaimana Cara Sujud Sahwi yang Benar dan Kapan Dilakukan?
Kutipan telah dicocokkan dengan kitab (26 Oktober 2026)
Jawaban singkat
Menurut mazhab Syafi'i, sujud sahwi hukumnya sunnah dan tempatnya sebelum salam, yakni dua kali sujud. Ia dilakukan karena meninggalkan bagian shalat atau melakukan hal terlarang karena lupa, atau karena ragu jumlah rakaat. Bila terlanjur salam, masih boleh sujud selama jeda belum lama menurut kebiasaan. Makmum tidak sujud karena lupa di belakang imam.
Gambaran kasus
Dalam shalat, orang bisa lupa. Ada yang lupa duduk tasyahud awal, lupa qunut subuh, atau ragu apakah sudah tiga atau empat rakaat. Untuk keadaan seperti ini ada sujud sahwi, yaitu sujud untuk menambal kekurangan akibat lupa.
Pembaca biasanya bertanya dua hal: kapan sujud sahwi dilakukan, dan apakah tempatnya sebelum atau sesudah salam. Artikel ini menjawabnya dari kitab-kitab mazhab Syafi'i yang tersedia di perpustakaan Sanad Kitab.
Penjelasan menurut mazhab Syafi'i
٨٨ - (٥٧١) وحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ أَبِي خَلَفٍ. حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ. حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ؛ قَالَ:
قَالَ رَسُولُ الله ﷺ "إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى؟ ثَلَاثًا أَمْ أَرْبَعًا؟ فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ. ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ. فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا، شَفَعْنَ لَهُ صَلَاتَهُ. وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا لأربع، كانت ترغيما للشيطان".
(٥٧١) - حدثني أحمد بْنِ وَهْبٍ. حَدَّثَنِي عَمِّي عَبْدُ اللَّهِ. حَدَّثَنِي دَاوُدُ بْنُ قَيْسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، بِهَذَا الإِسْنَادِ. وَفِي مَعْنَاهُ قَالَ "يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ السَّلَامِ" كَمَا قَالَ سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ.
Bila salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya dan tidak tahu sudah berapa rakaat, tiga atau empat, hendaklah ia membuang keraguan itu dan membangun di atas yang yakin, lalu sujud dua kali sebelum salam. Jika ternyata ia telah shalat lima rakaat, dua sujud itu menggenapkan shalatnya; jika ternyata telah genap empat, dua sujud itu menjadi penghinaan bagi setan.
HR. Shahih Muslim no. 571. Baca syarah hadits ini
Hadits di atas menjadi pegangan dua hal: orang yang ragu dalam shalat membangun di atas yang yakin, lalu sujud dua kali, dan sujud itu dilakukan sebelum salam.
Hukum dan sebab sujud sahwi
Kifayatul Akhyar menjelaskan bahwa sujud sahwi disyariatkan karena ada kekurangan dalam shalat, baik fardhu maupun sunnah. Sebabnya adalah melakukan hal yang dilarang dalam shalat karena lupa, atau meninggalkan hal yang diperintahkan.
سُجُود السَّهْو مَشْرُوع للخلل الْحَاصِل فِي الصَّلَاة سَوَاء فِي ذَلِك صَلَاة الْفَرْض أَو النَّفْل وَفِي قَول لَا يشرع فِي النَّفْل ثمَّ ضَابِط سُجُود السَّهْو إِمَّا بارتكاب شَيْء مَنْهِيّ عَنهُ فِي الصَّلَاة كزيادة قيام أَو رُكُوع أَو سُجُود أَو قعُود فِي غير مَحَله على وَجه السَّهْو
Sujud sahwi disyariatkan karena adanya kekurangan dalam shalat, baik shalat fardhu maupun sunnah. Menurut satu pendapat, ia tidak disyariatkan pada shalat sunnah. Kaidah sujud sahwi: karena melakukan sesuatu yang dilarang dalam shalat, seperti menambah berdiri, rukuk, sujud, atau duduk bukan pada tempatnya karena lupa.
Rujukan: Kifayatul Akhyar, bab باب ما يترك سهوا من الصلاة, juz 1, hlm. 123. Baca halaman ini di perpustakaan
Kutipan ini menyebut satu qaul bahwa sujud sahwi tidak disyariatkan pada shalat sunnah; yang dipegang adalah disyariatkan pada fardhu dan sunnah.
Tempatnya: sebelum salam
Fathul Qarib menyatakan sujud sahwi itu sunnah dan tempatnya sebelum salam. Bila seseorang salam, lalu jedanya panjang menurut kebiasaan, tempat sujud itu terlewat. Bila jedanya pendek, tempatnya belum terlewat dan ia boleh sujud atau tidak.
(وسجود السهو سنة) كما سبق، (ومحله قبل السلام)؛ فإن سلم المصلي عامدا عالما بالسهو أو ناسيا وطال الفصلُ عُرفًا فات محله، وإن قصر الفصلُ عُرفًا لم يفت، وحينئذ فله السجود وتركه.
(Sujud sahwi itu sunnah) sebagaimana telah lewat, (dan tempatnya sebelum salam). Bila orang yang shalat salam dengan sengaja padahal tahu ada sahwi, atau salam karena lupa lalu jedanya panjang menurut kebiasaan, maka tempatnya terlewat. Bila jedanya pendek menurut kebiasaan, tempatnya belum terlewat, sehingga ia boleh sujud atau meninggalkannya.
Rujukan: Fathul Qarib, bab • أنواع المتروك من الصلاة, hlm. 90. Baca halaman ini di perpustakaan
Meninggalkan sunnah ab'adh
Sunnah yang ditinggalkan dan sudah lewat tempatnya tidak diulang. Namun ia menggantinya dengan sujud sahwi. Yang dimaksud adalah enam ab'adh (bagian sunnah yang dapat diganti dengan sujud sahwi).
(لكنه يسجد للسهو عنها) في صورة عدم العود، أو العود ناسيا. وأراد المصنف بالسنة هنا الأبعاضَ الستة، وهي: التشهد الأول وقعوده، والقنوت في الصبح وفي آخر الوتر في النصف الثاني من رمضان، والقيام للقنوت، والصلاة على النبي ﷺ في التشهد الأول، والصلاة على الآل في التشهد الأخير.
(Namun ia sujud sahwi karena meninggalkan sunnah itu) bila ia tidak kembali kepadanya, atau kembali dalam keadaan lupa. Yang dimaksud penulis dengan sunnah di sini adalah enam ab'adh: tasyahud awal beserta duduknya, qunut subuh dan qunut akhir witir pada paruh kedua Ramadhan, berdiri untuk qunut, shalawat atas Nabi dalam tasyahud awal, dan shalawat atas keluarga Nabi dalam tasyahud akhir.
Rujukan: Fathul Qarib, bab • أنواع المتروك من الصلاة, hlm. 89. Baca halaman ini di perpustakaan
Ragu jumlah rakaat
Bila ragu dalam jumlah rakaat, orang yang shalat memegang yang yakin, yaitu bilangan terkecil. Ia menambah rakaat yang kurang lalu sujud sahwi. Dugaan kuat dan ucapan orang lain tidak dijadikan pegangan.
(وإذا شكَّ) المصلي (في عدد ما أتى به من الركعات) كمن شَكَّ هل صلى ثلاثا أو أربعا (بنى على اليقين، وهو الأقل) كالثلاثة في هذا المثال، وأتى بركعة (وسجد للسهو)، ولا ينفعه غلبة الظنِّ أنه صلى أربعا، ولا يعمل بقول غيره له أنه صلى أربعا، ولو بلغ ذلك القائل عددَ التواتر.
(Bila ia ragu) tentang jumlah rakaat yang telah ia kerjakan, misalnya ragu apakah sudah tiga atau empat rakaat, (ia membangun di atas yang yakin, yaitu yang paling sedikit), seperti tiga dalam contoh ini, lalu menambah satu rakaat (dan sujud sahwi). Dugaan kuat bahwa ia sudah shalat empat rakaat tidak berguna baginya, dan ia tidak boleh memakai ucapan orang lain bahwa ia sudah empat rakaat, sekalipun jumlah penuturnya mencapai batas mutawatir.
Rujukan: Fathul Qarib, bab • أنواع المتروك من الصلاة, hlm. 90. Baca halaman ini di perpustakaan
Bila rukun terlupa
Sujud sahwi tidak menggantikan rukun. Rukun yang terlupa harus dikerjakan. Kifayatul Akhyar menyebut bahwa sujud sahwi dilakukan setelah menyusul apa yang ditinggalkan.
فَإِنَّهُ يسْجد للسَّهْو بعد تدارك مَا تَركه ثمَّ إِن تذكر ذَلِك وَهُوَ فِي الصَّلَاة أَتَى بِهِ وتمت صلَاته وَإِن تذكره بعد السَّلَام نظر إِن لم يطلّ الزَّمَان تدارك مَا فَاتَهُ وَسجد للسَّهْو وَإِن طَال اسْتَأْنف الصَّلَاة من أَولهَا
Maka ia sujud sahwi setelah menyusul apa yang ditinggalkannya. Bila ia teringat hal itu ketika masih dalam shalat, ia mengerjakannya dan shalatnya sempurna. Bila ia teringat setelah salam, dilihat dahulu: jika waktunya belum lama, ia menyusul apa yang terlewat lalu sujud sahwi; jika sudah lama, ia mengulang shalat dari awal.
Rujukan: Kifayatul Akhyar, bab باب ما يترك سهوا من الصلاة, juz 1, hlm. 124. Baca halaman ini di perpustakaan
Sikap makmum
ثمَّ هَذَا فِي حق الامام وَالْمُنْفَرد أما الْمَأْمُوم فَلَا يسْجد إِذا سَهَا خلف امامه ويتحمل الامام سَهْوه
Ketentuan ini berlaku bagi imam dan orang yang shalat sendirian. Adapun makmum, ia tidak sujud bila lupa di belakang imamnya, dan imam menanggung kelupaannya.
Rujukan: Kifayatul Akhyar, bab باب ما يترك سهوا من الصلاة, juz 1, hlm. 124. Baca halaman ini di perpustakaan
Analisis penerapan
Bagian ini adalah penerapan penulis atas teks di atas, bukan fatwa pribadi.
- Lupa tasyahud awal lalu sudah berdiri tegak. Menurut Fathul Qarib, ia tidak kembali. Bila ia kembali dengan sengaja dan tahu hal itu terlarang, shalatnya batal. Bila kembali karena lupa atau tidak tahu, shalat tidak batal, dan ia wajib berdiri begitu teringat. Dalam kedua keadaan ia sujud sahwi sebelum salam.
- Ragu tiga atau empat rakaat. Ia menganggap baru tiga, menambah satu rakaat, lalu sujud sahwi sebelum salam.
- Baru ingat setelah salam. Pembedanya adalah lama atau tidaknya jeda. Menurut Kifayatul Akhyar, jika rukun yang terlupa baru diingat setelah salam dan jedanya belum lama, ia menyusulnya dan sujud sahwi. Jika sudah lama, shalat diulang dari awal. Menurut kitab yang sama, qaul azhhar mengembalikan ukuran "lama" kepada kebiasaan (urf). Pendapat lain menyebut jeda lebih dari kira-kira satu rakaat.
- Kata "sesudah" dalam teks Kifayatul Akhyar berarti sesudah menyusul yang terlupa. Kitab Syafi'i yang dikutip tetap menetapkan tempat sujud sahwi sebelum salam.
- Makmum. Ia tidak sujud karena kelupaannya sendiri di belakang imam, sebab imam menanggungnya. Bila imam sujud sahwi, makmum mengikuti imamnya.
Sikap praktis
- Sujud sahwi dilakukan di akhir shalat, sebelum salam.
- Bila terlanjur salam dan jedanya masih pendek, ia masih boleh sujud sahwi.
- Lupa melakukan rukun tidak cukup ditambal dengan sujud sahwi. Kerjakan rukun itu lebih dulu.
| Mazhab | Pendapat | Rujukan |
|---|---|---|
| Syafi'i | Sujud sahwi hukumnya sunnah, tempatnya sebelum salam, dan masih boleh dilakukan bila jeda setelah salam belum lama menurut kebiasaan. | Fathul Qarib, hlm. 90 |
Pertanyaan yang sering diajukan
Sujud sahwi dilakukan sebelum atau sesudah salam?
Menurut Fathul Qarib, tempatnya sebelum salam. Bila terlanjur salam, tempatnya belum lewat selama jeda masih pendek menurut kebiasaan.
Apa yang terjadi bila sujud sahwi terlewat karena jeda sudah lama?
Tempat sujud sahwi sudah lewat. Bila yang terlupa adalah rukun dan jedanya panjang, Kifayatul Akhyar menyebut shalat diulang dari awal.
Apakah makmum perlu sujud sahwi bila lupa di belakang imam?
Tidak. Kifayatul Akhyar menyatakan imam menanggung kelupaan makmum yang terjadi saat bermakmum.
Apa saja yang menyebabkan sujud sahwi?
Melakukan hal terlarang karena lupa, meninggalkan sunnah ab'adh, atau ragu jumlah rakaat lalu mengambil yang yakin.
Infografis
Versi teks infografis
Bagaimana Cara Sujud
Sahwi yang Benar?
Sujud sahwi: dua kali sujud
sebelum salam, hukumnya sunnah
1. Waktunya sebelum salam.
2. Lupa tasyahud awal/qunut
3. Ragu jumlah rakaat: ambil
yang paling sedikit
4. Terlanjur salam: boleh bila
jeda belum lama
Sumber: Fathul Qarib,
Kifayatul Akhyar
sanadkitab.com
Sumber: Fathul Qarib; Kifayatul Akhyar
Daftar rujukan
- Kifayatul Akhyar, bab باب ما يترك سهوا من الصلاة, juz 1, hlm. 123.
- Fathul Qarib, bab • أنواع المتروك من الصلاة, hlm. 90.
- Fathul Qarib, bab • أنواع المتروك من الصلاة, hlm. 89.
- Fathul Qarib, bab • أنواع المتروك من الصلاة, hlm. 90.
- Kifayatul Akhyar, bab باب ما يترك سهوا من الصلاة, juz 1, hlm. 124.
- Kifayatul Akhyar, bab باب ما يترك سهوا من الصلاة, juz 1, hlm. 124.